Website Resmi Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur
" Panganku Beragam, Bergizi, Tersedia Cukup dan Terjangkau "

SOSIALISASI KARANG KITRI 2016

Jumat, 26 Februari 2016

Surabaya - Badan Ketahanan Pangan menggelar acara Sosialisasi Karang Kitri pada tanggal 26 s/d 27 Januari 2015 yang bertempat di Hotel Utami, Sidoarjo. Acara ini digelar bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam menumbuhkembangkan kesadaran keluarga untuk mengenali dan mengetahui  potensi sumber pangan yang ada di pekarangan. Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Ibu Nina Soekarwo.

Sasaran pada kegiatan ini adalah Ketua Tim Penggerak PKK desa/kelurahan calon penerima Bantuan Hibah Pengembangan Karangkitri Tahun 2016 dan petugas institusi ketahanan pangan yang menangani kegiatan karangkitri pada 36 kabupaten/kota  di Jawa Timur.

Acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK oleh semua hadirin dan peserta sosialisasi. Laporan Kepala Badan Ketahanan Provinsi Jawa Timur Dr. Ardo Sahak, SE.MM. Pembukaan secara resmi yang ditandai oleh pemukulan gong oleh Ibu Ketua TP PKK Provinsi Jatim. Lalu acara di lanjutkan dengan Kegiatan Sosialisasi dibuka oleh Ibu Ketua tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur.

 

Dalam sambutannya Budhe Karwo menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan yang diusahakan sebagai lumbung hidup, warung hidup, apotik hidup dan sebagai tabungan keluarga sangat bersinergi dengan kegiatan pengembangan karang kitri yang pada prinsipnya sebagai pemanfaatan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sehari-hari dengan murah.

 

“Program Pengembangan Karangkitri di Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu program unggulan Bapak Gubernur Jawa Timur yang telah tertuang dalam Rencana Strategis Jawa Timur Tahun 2014-2019. Pengembangan Karangkitri dicetuskan kembali oleh Bapak Gubernur pada Tahun 2014 oleh karena kepedulian beliau terhadap berfluktuasinya harga komoditas pangan yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat seperti : melonjaknya harga cabe, daging, telur, dll sehingga beliau menghendaki untuk menghidupkan kembali kegiatan pemanfaatan pekarangan melalui pengembangan karangkitri di Jawa Timur. Kegiatan Karangkitri yang dulunya sebagian besar berupa kebun contoh didesa, kini dikembangkan dengan konsep terpadu berupa pemanfaatan pekarangan disetiap rumah dengan komoditas sayuran, buah, ikan dan toga, selain itu agar kegiatan ini dapat berkelanjutan maka disetiap desa diberikan Kebun Bibit Desa, jelas Budhe Karwo.

 

Pembukaan secara resmi yang ditandai oleh pemukulan gong oleh Ibu Ketua TP PKK Provinsi Jatim. Setelah itu penyerahan secara simbolis bantuan hibah pengembangan Karangkitri secara simbolis oleh Ibu Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Nina Soekarwo, Msi kepada 12 orang penerima.

Sementara acara di lanjutkan dengan sosialisasi pengembangan karang kitri oleh narasumber dari Lab Diseminasi BPTP Jatim dan BPTP Karangploso Jatim.

 

Kemudian setelah selesai membuka acara Bu Nina melanjutkan dengan meninjau stan hasil pengembangan karangkitri yang berupa display produk pangan olahan unggulan desa pada 36 kabupaten/kota di Jawa Timur. Banyak sekali produk olahan pangan dengan berbagai bentuk dan rasa yang berbeda. Mulai dari jamu, Susu Sapi olahan, Nugget dari pekarangan rumah, dll. Sehingga ini bisa sekaligus memamerkan hasil kreasi olahan pangan masyarakat.

Ditemui terpisah menurut Kepala Badan, Bapak Ardo Sahaq berkata, “ketika setiap rumah tangga mengembangkan karangkitri, maka bukan saja kebutuhan pangan mereka akan terjaga, tetapi juga kalau karangkitri dikelola secara serius bisa memberikan penghasilan.”

“BKP Jatim juga siap membantu peralatan untuk mengolah lebih lanjut dari hasil karangkitri ini,”jelasnya. Harapannya lanjut Ardo, kalau produk karangkitri sudah melimpah akan bisa diolah menjadi makanan olahan yang diharapkan akan bisa modal untuk mengembangkan koperasi di masing-masing desa tersebut. Tahun 2016, kegiatan pengembangan karangkitri ditujukan pada 279 desa/kelurahan se Jawa Timur dengan sasarannya pada 2.790 dasawisma dan 16 pondok pesantren pada 3 kabupaten berupa pemberian bantuan hibah bibit/benih sayuran, buah, toga, ikan, saprodi dan kebun bibit desa, lanjut Pak Ardo.”


Tags : Karang Kitri , Program Unggulan , Pak Karwo , Nina Karwo , hibah , pemanfaatan pekarangan , Olahan pangan


« kembali ke berita