Website Resmi Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur
" Panganku Beragam, Bergizi, Tersedia Cukup dan Terjangkau "

KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT ANEKA UMBI POTENSIAL


Erliana Ginting dan Rahmi Yulifianti
Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Jl. Raya Kendalpayak Km 8 Malang
www.balitkabi.litbang.pertanian.go.id

Kandungan gizi aneka umbi potensial

Tabel 1. Komposisi Kimia Umbi-umbian dan Beberapa Bahan Pangan lainnya Per 100 g

Bahan Pangan Kadar air Energi Protein Lemak Karbohidrat Serat Pangan Ca P Fe
(persen) (kal) (g) (g) (g) (g) (mg) (mg) (mg)
Ubijalar  
Segar 70 111 1,5 0,3 26,1 3,9 32 39 0,7
Rebus 71 114 1,7 0,4 26,3 2,4 32 47 0,7
Bakar 64 141 2,1 0,5 32,5 - 40 58 0,9
Tepung 12 336 2,4 0,7 79,2 - 70 98 3,2
Ubikayu  
Segar 63 141 1,0 0,3 32,4 4,4 39 41 1,1
Tepung 13 341 1,5 0,5 83,4 - 99 92 3,3
Garut  
Segar 61 136 2,0 0,1 33,2 - 17 21 2,5
Talas  
Segar 72 103 1,7 0,2 23,1 4,0 35 65 1,2
Ganyong  
Segar 75 95 1,0 0,1 22,6 5,6 21 70 20
Gadung  
Segar 73,5 101 2,1 0,2 23,2 - 20 69 0,6
Gembili  
Segar 75 95 1,5 0,1 22,4 2,3 14 49 0,8
Suweg  
Segar 82 69 1,0 0,1 15,7 4,7 62 41 4,2
Uwi  
Segar 75 101 2,0 0,2 19,8 - 45 280 1,8
Kentang  
Segar 78 80 2,1 0,1 18,5 2,1 9 50 0,8
Beras  
Beras giling a 13 360 6,8 0,7 78,9 - 6 140 0,8
Nasi putih 68 135 2,3 0,3 28,0 0,8 8 36 0,3
Tepung 12 365 6,8 0,7 80,0 - 17 135 1,6
Jagung  
Biji kuning a 13 361 8,7 4,5 72,4 - 9 380 4,6
Bubur 81 76 1,8 0,8 15,6 - 4 - 0,6
Terigu  
Roti tawar 33 278 8,7 1,6 55,7 2,7 24 98 1,3
Mie (dimasak) 75 108 2,7 2,1 19,4 - 21 25 0,8
Pasta (dimasak) 66 132 4,1 0.7 26,7 - 8 59 0,5

 - tidak ada data
Sumber: Woolfe (1992);  Direktorat Gizi Depkes RI (1981); Richana dan Sunarti (2004)

 

Tabel 2. Indeks glikemik (IG) Umbi-umbian dan Beberapa Bahan Pangan lainnya

 

Jenis bahan pangan Indeks glikemik (IG)
Roti tawar putih 75
Roti tawar dari gandum utuh (coklat) 74
Beras amilosa rendah 91-105
Beras amilosa tinggi 58-86
Ketan (amilosa 0-2%) 88
Kentang panggang 73-79
Jagung manis 59
Ubikayu rebus 46
Ubijalar segar 54-68
Ubijalar rebus 62
Ubijalar panggang 80
Ubijalar goreng 47
Umbi garut segar/kukus 32/8
Umbi suweg segar/kukus 36/10
Umbi ganyong rebus 65

Indeks glikemik (IG) adalah efek konsumsi bahan pangan dalam menaikkan kadar gula darah. IG <55 tergolong rendah,55-70 sedang dan > 70 tinggi
Sumber: Ginting et al. (2011).
 

Manfaat/kegunaan aneka umbi

1.    Manfaat/Kegunaan Tanaman dan Umbi Garut

     Tanaman dan umbi garut memiliki banyak manfaat diantaranya yaitu:

  • Bahan pangan:
    • Umbi : direbus/dikukus, emping, keripik
    • Pati : bubur, jenang, dawet, kue kering ,cendol, roti, kue lapis, kue kacang, mie dll
    • Gula cair dan minuman beralkohol.
  • Tanaman hias
  • Herbal alami:
    • Pengganti terigu untuk penderita autis dan sindrom down.
    • Diare
    • Penyakit kulit (eksim, borok)
    • Air perasan umbi utk penawar racun lebah, ular dan obat luka.
  • Bahan baku industri: Kosmetik, lem dan makanan mengandung barium.
  • Bahan bakar:
    • Padas : dari ampas
    • Cair : etanol

2.    Manfaat/Kegunaan Talas

     Bagian yang bisa dimanfaatkan dari tanaman talas adalah daun, umbi, dan seluruh tumbuhan. Selain dimanfaatkan sebagai bahan pangan (mengganti sebagian terigu untuk membuat aneka jajanan dan stik talas), talas juga memiliki berbagai khasiat obat. Umbi talas memiliki efek farmakologis anti pembengkakan (antiswelling) dan dapat mengatasi penyakit diare.

3.    Manfaat/Kegunaan Kimpul(Mbote)

     Mbote/kimpul merupakan salah satu sumber karbohidrat, namun memiliki kandungan lemak dan glukosa rendah sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Talas kimpul potensial untuk menyembuhkan tukak alat cerna, eksim, asma dan gangguan bronkial, meringankan diare, dan bisa dijadikan obat oles untuk mengatasi bisul, luka bakar, serta luka gigitan serangga. Umbi ini baik pula untuk menyeimbangkan pH di dalam tubuh.

4.    Manfaat/Kegunaan Ganyong

     Ganyong merupakan salah satu bahan pangan bergizi cukup tinggi karena banyak mengandung kalsium, fosfor, dan karbohidrat. Fosfor dan kalsium sangat diperlukan oleh balita dalam pembentukan tulang dan gigi. Disamping itu ganyong juga memiliki serat cerna yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk campuran makanan bayi dan orang sakit. Selain itu, ganyong dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal penyembuh panas dalam dan radang saluran kencing.

5.    Manfaat/Kegunaan Suweg

     Umbi suweg dapat dimakan sebagai sayur, kolak, dikukus, dibuat menjadi bubur, nasi ”tiwul” suweg, atau sebagai obat sembelit. Tidak menutup kemungkinan suweg diolah menjadi tepung yang dapat menggantikan kedudukan tepung terigu sebagai bahan baku roti. Kelebihan umbi suweg adalah kandungan serat pangan, protein dan karbohidratnya yang cukup tinggi dengan kadar lemak yang rendah. Nilai Indeks Glikemik (IG) tepung umbi suweg tergolong rendah yaitu 42 sehingga dapat menekan kadar gula darah, dapat digunakan untuk terapi penderita diabetes mellitus. Konsumsi serat pangan dalam jumlah tinggi akan memberi pertahanan pada manusia terhadap timbulnya berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah dan kencing manis.   
     Umbi suweg juga memiliki kandungan glukomanan cukup tinggi. Glukomannan adalah polisakarida yang tersusun atas glukosa dan manosa yang dapat dijadikan sebagai suplemen pangan yang dikonsumsi penderita diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, sembelit, dan penurun berat badan. Namun, umbi suweg mengandung kristal kalsium oksalat yang jika dimakan mentah akan membuat mulut, lidah dan kerongkongan terasa tertusuk-tusuk. Untuk  menghilangkannya, umbi suweg dapat direndam dalam larutan cuka atau garam, dimasak atau dikeringkan. Bagi orang-orang yang memiliki kecenderungan rematik, arthritis, gout, dan batu ginjal harus menghindari makanan ini.  
     Manfaat lainnya dari umbi suweg banyak sekali terutama dalam industri obat dan suplemen makanan, hal ini terutama karena sifat kimia tepung suweg sebagai pengental (thickening agent), gelling agent dan pengikat air sehingga dapat dimanfaatkan sebagai lem, film, penguat kertas, pembungkus kapsul, perekat tablet.

 

<< Kembali