Website Resmi Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur
" Panganku Beragam, Bergizi, Tersedia Cukup dan Terjangkau "

CARA BUDIDAYA GAYONG ( Canna Edulis )


Sumber :
- Gambar : Browsing Internet
- Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Jl. Raya Kendalpayak Km 8 Malang

 

gayong.merah

Ganyong merah :

  • batang lebih besar
  • agak taahan sinar dan kekeringan
  • sulit menghasilkan biji
  • hasil umbi basah lebih besar tapi kadar pati rendah
  • umbi lazim dimakan segar
gayong.putih

Ganyong putih:

  • batang lebih kecil dan pendek
  • kurang tahan sinar tetapi tahan kekeringan
  • selalu menghasilkan biji dan dapat diperbanyak menjadi anakan
  • hasil umbi basah lebih besar tapi kadar pati tinggi
  • lazim diambil patinya

 

  • Pengebaran tanaman ganyong :
    Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi, Lampung.
     
  • Budidaya Tanaman Ganyong
    • Tempat tumbuh
      • Tumbuh dengan baik di daerah tropis atau pada daerah yang bersuhu 32oC pada siang hari dan 7oC pada malam hari
      • Ganyong dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah (kecuali jenis tanah liat). Akan sangat baik bila ditanam pada tanah-tanah lempung berpasir yang kaya humus
    • Pemilihan bibit
      • Diperbanyak secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (dengan umbi ukuran sedang yang bertunas 1-2)
      • kebutuhan bibit 2 ton/ha. untuk mencegah kerusakan umbi akibat penyakit busuk umbi dapat dilakukan pencelupan bibit pada larutan CuSO4 10%s
    • Pengolahan tanah
      • Lahan dibersihkan dengan ganco, tanah dibalik agar gembur.
      • Diberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos sebanyak 25-30 t/ha
      • Membuat bedengan dengan lebar 120 cm, tinggi bedengan 25-30 cm dan jarak antara satu bedengan dengan yang lain 30-50 cm
    • Waktu, jarak tanam dan penanaman
      • Waktu tanam dilakukan pada awal musim hujan
      • Membuat lubang tanaman dengan kedalaman 12,5 – 15 cm dibuat secara lajur atau berbaris.
      • Pada tanah liat, jarak tanam dibuat 90 x 90 cm dengan jarak baris 90 cm. pada lahan yang masih banyak alang-alang digunakan jarak 135 x 180 cm dan tanah liat berat dibuat jarak 120 x 120 cm
    • Pemeliharaan
      Dilakukan kegiatan penyiangan, pembubunan dan pemupukan. Kegiatan pembumbunan dapat dimulai pada saat ganyong berumur 2-2,5 bulan dan pemberian pupuk dilakukan diberikan bersamaan dengan pembubunan.
    • Hama penyakit
      • Belalang dan kumbang : diberantas secara kimiawi dengan insektisida Agrothion 50, dosis 0,6 – 2 l/ha
      • Agrotis spp (ulat tanah) : cara pemberantasan dengan kultur teknis,yaitu dengan pembersihan rerumputan di sekitar tanaman atau mengumpulkan ulat-ulat tersebut disiang hari. Dapat dilakukan juga dengan menggunakan insektisida Durrban 20%, Hostatathion 40% E.C dan Phosvel 30% E.C
      • Hama dan penyakit hasil panenan : Calopades ethlius dan Cobalus cannae sedangkan penyakitnya adalah Fusarium spp, Puccinia cannae dan Rhizoctoma
    • Pemanenan
      • Umur dewasa umbi ganyong 6-8 bulan setelah tanam, tapi belum dapat diambil patinya. Dapat direbus dan dibakar sebagai bahan makanan
      • Pada dataran tinggi, umbi dipanen setelah umur 15-18 bulan
      • Hasil rata-rata mencapai 30 kuintal/ha

 

<< Kembali