Website Resmi Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur
" Panganku Beragam, Bergizi, Tersedia Cukup dan Terjangkau "

CARA BUDIDAYA TALAS/BOTHE


Sumber :
- Gambar : Browsing Internet
- Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Jl. Raya Kendalpayak Km 8 Malang

 

talas/bothe  

 

  1. JENIS TALAS
    • Talas Bogor (Colocasia esculenta L. Schoott)
      • Tempat tumbuh : tanah yang kaya humus, drainase baik, perwatan dilakukan penyiangan
      • Panen : berumur 6-9 bulan, hasil per rumpun berkisar 0,25 – 6 kg
      • Sentra produksi : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantar Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Daerah Istimewa Aceh
    • Talas Belitung (Xanthosoma sagitifolium)
      • Tempat tumbuh : Di pekarangan sekitar rumah dan di kebun-kebun
      • Panen : berumur 6-9 bulan, hasil per rumpun berkisar 0,25 – 20 kg
      • Sentra produksi : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantar Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Daerah Istimewa Aceh
    • Talas Padang (Colocasia gigantea Hook F.)
      • Tempat tumbuh :
        • Dari dataran rendah sampai pegunungan (25-1.500 m dpl),
        • pada hutan campuran, hutan jati, rawa-rawa dan padang alang-alang,
        • menyenangi tempatyang agak terlindung dan lembab

  2. TEKNOLOGI BUDIDAYA TALAS
    • Syarat tumbuh tanaman
      • Membutuhkan tanah dengan kandungan humus dan air
      • Ph tanah antara 5,5 – 5,6
      • Tumbuh pada ketinggian optimal antara 250 – 1.100 m dpl
      • Tumbuh baik dengan curah hujan rata-rata 1.000 mm per tahun
      • Suhu optimal yang baik antara 21- 27o C
      • Tanaman harus mendapat penyinaran matahari secara penuh selama pertumbuhannya (minimum 11 jam per hari)
    • Bibit :
      • Perbanyakan dilakukan secara vegetatif (dari anakan, menggunakan sulur dan pangkal umbi di bawah pelepah daun dengan cara mengikutsertakan sebagian tangkai daunnya)
      • Umbi yang baik untuk bibit adalah berukuran besar denga diameter lebih kurang 6,5 cm
    • Pengolahan Tanah:
      • Lahan dibersihkan dengan dibajak atau dicangkul sampai gembur
      • Dibuat bedengan dengan lebar 120 – 150 cm, tinggi bedeng 25-30 cm dan jarak antar bedeng 30-50 cm (berfungsi sebagai saluran pemasukan maupun pengeluaran air)
    • Penanaman :
      • Untuk lahan pekarangan atau tegalan, talas ditanam pada musim penghujan
      • Untuk lahan sawah pada musim kemarau
      • Membuat lubang-lubang tanam dengan ukuran kurang lebih 40 x 40 x 40 cm sebagai tempat penanaman bibit
      • Ukuran yang optimal untuk mendapat hasil maksimal dengan jarak tanam 30 x 30 cm atau sekitar 10-11 tanaman setiap meter persegi atau dapat digunakan jarak tanam yang lain, misalnya 100 x 50 cm ; 75 x 75 cm dan 100 x 25 cm.
    • Pemupukan :
      • Beri pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 1 kaleng jika kondisi tanah padat dan keras
      • Dianjurkan memberi pupuk Urea, SP-36 dan KCl masing-masing dengan dosis 100 kg/ha diberikan pada saat tanaman berumur 3-4 bulan, dengan cara ditugal sedalam 5 cm pada jarak 5 cm dari pangkal tanaman
    • Pemeliharaan :
      • penyulaman, dilakukan paling lambat 15 hari setelah tanam
      • penyiangan, dilakukan pada umur 1 bulan, 75 hari dan 5 bulan setelah tanam
      • pemangkasan daun, dilakukan pada saat tanaman berumur 3, 4 dan 5 bulan
      • pembumbunan, dilakukan secara bertahap dengan meninggikan tanah yang dilakukan setiap bulan sekali sampai pada fase berumbi.
      • pengurangan anakan dan sulur, agar pertumbuhan induk tidak terganggu
      • pengairan dengan cara penyiraman, namun tidak sampai tergenang
    • Pengendalian OPT :
      • Hama : ulat/lundi. Pengendalian dilakukan secara mekanis dan dilaksanakan pada waktu pembumbunan
      • Penyakit : bercak daun, kering pada daun. Pengendalian dengan penyemprotan fungisida atau dengan memusnahkan daun-daun yang terserang penyakit tersebut.
    • Panen :
      • Umur panen antara 7-9 bulan
      • Dengan cara memangkas dan menyisakan pelepahnya sepanjang 30 cm
      • Hasil rata-rata per hektar talas bogor yang dipanen pada umur 6-8 bulan mencapai 5- 7 ton umbi basah dan jika dipanen umur 9-10 bulan mencapai 8-10 t umbi basah

 

<< Kembali