Website Resmi Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur
" Panganku Beragam, Bergizi, Tersedia Cukup dan Terjangkau "

CARA BUDIDAYA GEMBILI ( Dioscorea Esculenta )


Sumber :
- Gambar : Browsing Internet
- Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Jl. Raya Kendalpayak Km 8 Malang

 

gembili  

 

  1. Penyebaran gembili :
    Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi

  2. Budidaya tanaman gembili
    • Bibit dan waktu tanam
      • diperbanyak dengan menggunakan umbi bertunas minimal 2 mata atau dengan stek batang
      • berat umbi 56-84 gr
      • tanam pada bulan Oktober – Februari
    • Pengolahan tanah dan produksi tanaman
      • tanah diolah sampai gembur dan diberi pupuk kandang untuk meningkatkan kandungan bahan organiknya
      • dibentuk bedengan, jarak tanam yang digunakan adalah 0,9 x 1,3 m. sedangkan jarak tanam 0,9 x 0,9 m digunakan bila tanah diolah menjadi guludan
      • 1-3 umbi bibit ditanam guludan atau bedengan
    • Pemeliharaan
      • Pemupukan : dianjurkan 187 kg/ha K2O dan 125 kg/ha P2O5 yang diberikan pada saat tanam
      • Pemberian air diberikan seminggu sekali
      • Gulma dapat dikendalikan dengan menggunakan mulsa atau rumput kering
    • Hama yang menyerang :
      • yam beetle (Heteroligus spp) yang memakan umbi, diberantas dengan dengan pestisida
      • yam scale (aspidiellahartii) dan kutu tepung (mealy bugs) menyerang umbi saat disimpan
      • Nematoda akar gada (root-knot nematode Maloidogyne spp) dan yam nematode (Scutellonema bradys), yang menyerang tanaman yang baru tumbuh dan menyebabkan bintik-bintik pada umbi hasil panen. Dapat dicegah dengan melakukan rotasi tanaman, penggunaan rematisida dan karbofuran butiran pada saat tanam
    • Pemananen :
      gembili layak dipanen setelah umur 6-7 bulan
    • Penyimpanan :
      tidak bisa disimpan dengan waktu yang lama. Tempat penyimapanan haruslah kering dan bebas hama serta mempunyai ventilasi yang baik

 

<< Kembali