Website Resmi Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur
" Panganku Beragam, Bergizi, Tersedia Cukup dan Terjangkau "

Beras Merah


BERAS MERAH

Beras merah organik, saat ini mulai populer di masyarakat, hal ini dikarenakan aneka manfaatnya yang langsung bisa dirasakan oleh tubuh dalam waktu singkat. Beras merah organik tidak hanya sehat untuk dikonsumsi tapi juga mempunyai efek menyembuhkan. Kandungan Indeks Glikemiknya yang rendah membuat beras ini aman dikonsumsi penderita diabetes mellitus. Meskipun kandungan karbohidratnya rendah, tetapi energi yang dihasilkan beras merah lebih tinggi, sehingga sangat cocok untuk diet.

Dengan mengganti beras dari beras putih menjadi beras merah, otomatis akan mengurangi porsi makan yang lain, karena rasa kenyangnya awet. Hal ini akan membuat berat badan kita bisa turun, sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh penderita obesitas.

Banyak orang tidak suka nasi merah dengan alasan terasa pera di lidah. Hal ini bisa dihindari dengan cara memilih varietas beras merah yang empuk. Bulir beras merah yang agak bulat (mirip pandanwangi) lebih empuk bila dibandingkan dengan beras merah yang pipih mirip setra ramos atau C4. Selain itu aromanya juga lebih segar. Kemudian pilih beras merah masih berupa beras Pecah Kulit Murni, sebab di pasaran ada dua macam beras merah yaitu yang pecah kulit murni (warna merahnya merata) dan yang sudah disosoh sekali (kelihatan bulir agak putih yang bagian dalam). Waktu memasak beras merah biasanya memang lebih lama dibandingkan dengan beras biasa.

Apa itu Beras?

Beras adalah bagian butir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa-merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemmaa' (bagian yang menutupi).

Beras sendiri secara biologi adalah bagian biji padi yang terdiri dari :

  1. aleuron, lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit;
  2. endosperma, tempat sebagian besar pati dan protein beras berada; dan
  3. embrio, yang merupakan calon tanaman baru (dalam beras tidak dapat tumbuh lagi, kecuali dengan bantuan teknik kultur jaringan). Dalam bahasa sehari-hari, embrio disebut sebagai mata beras.

Macam Beras

Berbagai macam beras dan ketan di Indonesia, antara lain :

  1. Beras "biasa" yang berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Beras ini mendominasi pasar beras.
  2. Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu.
  3. Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam.
  4. Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin.
  5. Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam.

Sejarah Beras Merah

Di antara berbagai jenis beras yang ada di Indonesia, beras yang berwarna merah atau beras merah diyakini memiliki khasiat sebagai obat. Beras merah yang telah dikenal sejak tahun 2.800 SM ini, oleh para tabib saat itu dipercaya memiliki nilai nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal). Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg : 0,31 mg).

 

Kandungan Gizi dan Manfaat Beras Merah:

  1. Mengandung lebih banyak magnesium.

Satu mangkuk (195 gr) beras merah masak mengandung 84 mg magnesium, sedangkan beras putih dalam jumlah yang sama hanya mengandung 19 mg magnesium.

  1. Kaya akan fiber dan asam lemak.

Pada beras putih biasa, lapisan kulit padi bagian dalam ikut dikupas, maka kandungan minyak dalam lapisan tersebut yang kaya akan fiber dan selulosa juga akan hilang. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan minyak pada lapisan kulit dalam padi tersebut dapat membantu menurunkan kolesterol LDL. Jadi nutrisi yang hilang termasuk fiber dan asam lemak. Sementara beras merah masih mengandung lapisan fiber dan selulosa tersebut.

  1. Mencegah sembelit atau konstipasi.

Kandungan fibernya yang tinggi, beras merah juga mampu mencegah sembelit sehingga memperlancar pencernaan.

  1. Sangat cocok untuk diet.

Kandungan fiber yang tinggi pada beras akan membuat terasa lebih kenyang dan tidak mudah lapar sehingga cocok untuk pola diet. Salah satu contohnya, beras merah digunakan dalam hidangan diet makrobiotik, dimana teorinya adalah masakan yang tidak banyak mengalami pemrosesan dianggap lebih sehat.

  1. Kaya akan asam amino dan GABA.

Salah satu cara memasak beras merah yang diketahui adalah dengan teknik Gamma-aminobutyric acid (GABA) atau germinated brown rice (GBR) yang mengemuka saat International Year of Rice. Caranya, beras merah direndam dalam air hangat (38OC) selama 20 jam sebelum dimasak seperti nasi putih biasa. Proses ini akan merangsang pengecambahan sehingga mengaktifkan beragam enzim dalam beras merah. Dengan cara memasak seperti ini, akan diperoleh kandungan asam amino yang lebih lengkap termasuk GABA. GABA juga sudah dikenal dapat meningkatkan hormon pertumbuhan pada manusia. Karena itulah beras merah sangat cocok bagi para binaragawan yang sangat membutuhkan protein asam amino untuk perkembangan ototnya dan sebagai pengganti beras putih biasa.

  1. Merupakan sumber mineral mangan (Mn).

100 gram beras merah mengandung 1,1 mg mangan atau mampu mencukupi 55% kebutuhan harian mineral mangan yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan tubuh kita dan sistem reproduksi.

Manfaat Beras Merah lainnya :

  1. Beras merah dapat membuat kulit lebih halus serta mengatasi alergi.
  2. Beras merah dapat mencegah maupun mengatasi berbagai penyakit degeneratif seperti Diabetes militus, hipertensi, asma, lever, dll.
  3. Beras merah memiliki kandungan serat yang tinggi sehinggadapat mengatasi gangguan pencernaan, sembelit, perut kembung, serta menurunkan kadar kolesterol darah.
  4. Beras merah mampu meningkatkan stamina, memperkuat tubuh, dan mengatasi cepat lelah.
  5. Beras merah memiliki kandungan vitamin B yang tinggi yang bermanfaat mencegah penyakit beri-beri, sakit pinggang, reumatik, ataupun kesemutan.

Cara Memasak Beras Merah

Didihkan air (1 liter), daun salam/pandan, dan garam dalam panci ukuran 2 liter di atas api sedang.
Masukkan beras merah (350 – 400 gr) sedikit-demi sedikit, aduk rata beberapa menit. Tambahkan daun pandan/salam dan sedikit garam sesuai selera. Tutup pancinya rapat-rapat, didihkan sampai beras agak lunak dan mekar. Angkat dan saring (sisa air bisa digunakan untuk kaldu sup). Pindahkan ke dalam dandang atau rice cooker. Hasilnya lebih enak jika menanaknya dialasi daun pisang. Tanak sampai matang. Untuk 4 – 5 porsi.

Catatan : bagi pemula, campur 2/3 bagian beras merah dan 1/3 bagian beras putih. Rebus dulu beras merah seperti di atas. Begitu beras merah mulai mekar, masukkan beras putih. Masak terus sampai air hampir habis, lalu ditanak seperti biasa. Untuk nasi tumis yang lebih gurih, tumis beras dengan 1-2 sdm minyak sayur sebelum direbus.